“Eh, jangan nyusuin si kakak kalo lagi hamil gitu kasian dia minum darah”

“Ya ampun, asupan buat adenya di perut gimana dong kalo si kakak masih juga nyusu?”

“Di- stop dong nyusuin kakaknya, bisa cacat lho bayi di perut!

 

Kalimat di atas beneran ditanya orang lho saat tahu saya masih tetap menyusui Aira (22bulan) di saat hamil anak kedua. Sampai pernah saya perah payudara saya untuk memperlihatkan ke budhe bahwa yang keluar dari payudara bukan darah tapi tetep ASI.

Sedari awal menyusui Aira memang sudah saya niatkan untuk tetap menyusui Aira sampai dia menyapih dirinya sendirinya walaupun hamil sekalipun. Saat positif hamil dan konsultasi ke dokter kandungan, beliau memperbolehkan saya untuk tetap menyusui Aira. Ada syaratnya memang, kalau terjadi kontraksi terus menerus setiap kali sesi menyusui, mau tidak mau saya harus berhenti menyusui Aira.

Kalau kita sedang hamil anak kedua, tidak pernah mengalami keguguran atau persalinan prematur, dan kita juga masih belum bisa rela menghentikan moment-moment indah menyusui bersama si kakak, menyusui saat hamil banyak manfaatnya lho! Selain bonding antara ibu dan anak pertama tetep terjalin, bonding itu juga mulai muncul antara si kakak dan calon adiknya. Calon adik akan akrab dengan bukan hanya suara dan detak jantung ibunya tapi juga suara serta detak jantung kakaknya. Kelak saat adiknya lahir, dia sudah mengenal sosok kakaknya.

Terlebih kalau menyusuinya tetap berjalan sampai anak kedua lahir, manfaatnya bertambah lagi! Tantangan pertama; anggepan banyak orang tentang ASI yang belum keluar tidak akan menimbulkan kekhawatiran dalam diri ibu. Karena masih menyusui anak pertama, otomatis ASInya udah keluar dong yah bahkan bisa jadi banyak jumlahnya… karena ASI yang keluar udah banyak, tantangan berikut yang juga sering menimbulkan kekhawatiran, bayi kuning, tidak terjadi.

Dengan tetap menyusui si kakak, kakak juga bisa belajar berbagi. Sejak hamil, kita udah bisa memberitahukan dengan bahasa anak misal: “kakak berbagi makanan dengan adek di perut, ya”  selain belajar berbagi, kakak juga bisa merasakan bahwa ibunya tetap memperhatikan dirinya, walhasil kemungkinan terjadinya sibling rivalry menjadi berkurang

 

Jadi, menyusui di saat hamil, mungkinkah? Tentu saja MUNGKIN! ;)

 

-Ershy Rafanti-

Konselor Laktasi AIMI SulSel

@onlyzie

Ibu dari Syakira Anaya Husna (32 bulan) dan Ayyash Syamil Adz-Dzaki (3 bulan)